Minggu, 02 Juni 2013

Monas, I’m in Love

Sabtu, 1 Juni 2013. Jakarta, Hai monas, aku mencintainya :)

dia yang baru pertama kali ke monas setelah 4 tahun terakhir menjadi perjalanan yang cukup menyenangkan dan melelahkan buatku. diguyur oleh hujan Jakarta, hembusan anginnya, dan hiruk-pikuk keramaiannya seolah membuat semacam “chunk” untuk menyangkutkan itu semua di benakku.

tawanya, senyumnya, candanya, takutnya dia saat menyebrang di jembatan penyebrangan orang, haha lucu ku pikir. cemberutnya, manyunnya, cubitannya yang selalu menghujami perut ku yang (keliatannya) gelombyor semua menghiasi hari ini.

saat di museum itu setelah shalat, kalo tidak salah pukul 14:37:00 dia minta untuk mencatat moment itu. sudah sudah tercatat baik kok. ada apa ? tanya saja sama orangnya.

setelah perjalanan usai, pulang dan duduk-duduk disekeliling monas, dengan dihantui banci, ondel-ondel, sampai “hantu” beneran. menorehkan kisah tersendiri.

hai diriku Agung Haryono. telah tertulis di sejarah hidupmu, hari ini, dia, dan semua kenangan. menjadi salah satu bagian di perjalanan umurku. membuka lembaran-lembaran lauh mahfuz yang telah tertulis, memerankan lakon dari “Sang Dalang”, menjalani detik-detik tiap frame hidup ku. dan disanalah dirimu, Ridha Hanifah M. di hidupku.

Sabtu, 25 Mei 2013

Selamat Malam Dirimu..

Hey dirimu, sedang apakah gerangan ? tidur kah ? ya ku harap tidurmu nyenyak ya setelah seharian ini lelah menjalani hari-hari indahmu.

Hey gadis, memangnya dirimu siapa ? berani – beraninya masuk dalam arus pikiranku. malu memang mengakui kalo kamu telah hadir dalam bayang-bayang ku, dalam hari-hariku, tiap hela nafasku, ya bukan dirimu memang. ini hanya persepsiku. yang telah dibuat indah karenamu.

“Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari tentang rasa ini aku tak mengerti.” ya kira-kira begitulah yang ku rasain. semuanya tentang kamu, tawamu, polosnya wajahmu melihat alat konstruksi bangunan di pombensin itu, serta canda mu yang membuatku ingin menggaruk tembok seperti kucing yang menggaruk kayu jati. ah kamu ini !

dalam diam ku melihatmu, dalam hening ku memperhatikanmu, dalam do’a ku sebut namamu, agar Tuhan menjagamu selalu dan senantiasa memberikan bahagianya untukmu. terima kasih Tuhan.

Resah dan sepi yang ku rasakan kini terasa oleh berjuta indahnya rasa ini, rasa yang suci, sakral dan agung tapi ga pake herkules. layak untuk dijaga, layak untuk dimuliakan.

yah memang selama ini kita hanya berteman baik, hanya teman baik. bukannya ku memberimu harapan palsu atau tak menginginkanmu, tapi biarkan aku menikmati aku yang hebat untuk mengejarmu, biarkan aku mencintaimu, biarkan aku mengejarmu, dan biarkan aku menikmati tiap-tiap butir-butir semangat yang kamu ciptakan disini, di hati, otak dan jiwa. nanti bila saatnya tepat mari kita jalani dunia ini bersama.

selamat malam dirimu, selamat malam, selamat beristirahat dalam mimpimu yang tenang, dan sambutlah esok dengan senyummu dan optimis seperti yang kamu ajarin selalu. “Jangan rasain capeknya, tapi manfaat buat kedepannya”

Selamat Malam.